Tuesday, July 1, 2014

Puasa itu....

Saat saya masih kecil, tiap puasa saya sering mengeluh....laper...haus...Tapi bapak selalu bilang bagus dong kalau puasa ngerasain lapar, haus. Kalau gk kerasa lapar hausnya berarti gk kerasa dong kalau lagi puasa. Gtu kira2 kalimat yg bpk ucapin. Habis dengerin gtu langsung ngambek uring2an. Itu dlu saat masih kecil...Sekarang udah usia bertambah banyak, kalau mau ngeluh ngomong sm diri sndiri sambil ngjawab seperti apa yang dlu sering bapak bilang waktu saya masih kecil.Malu mau ngeluh di dpan orang lain.Umur udah banyak, badan gede pulak...Sekarang mulai sadar puasa bukan bagaimana tetap kenyang walau gk makan apapun belasan jam, bukan tetap gk haus walau gk minum seharian.Ya...dulu saya sering saat sahur makan apapun yang menurut saya kira2 bergizi, bisa tetap kenyang selama mungkin. Makan sayur, lauk  berbagai macam, makan buah, makan ini itu biar rasa lapar gk cepat datang. Minum air banyak biar gk cepat haus.Tapi skrg mulai menyadari. Puasa itu biar kita bisa ngerasain rasa lapar, haus, bisa menjaga diri meski lapar dan haus mendera seharian. Gk mudah marah2 karena saat lapar terkadang hal sepele bisa bikin ngamuk. Bukan juga tidak melakukan apapun karena kelaperan dan kehausan. Bukan pula makan segala macam dengan kalap saat berbuka.Puasa itu sabar.....

Tuesday, May 6, 2014

(Tak) Ada Tempat (Yang Benar-Benar) Aman bagi Anak

 

Orangtua akhir-akhir ini mungkin merasakan kekhawatiran saat anak keluar dari rumah, entah itu untuk berangkat sekolah atau bermain. Bagaimana tidak? Lihat saja pemberitaan di televisi beberapa waktu ini. Kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak sedang marak-maraknya terjadi di lingkungan sekitar. Bahkan di lembaga pendidikan sekalipun yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak, tak luput dari kejahatan.

 

Geram saat menyaksikan berita kekerasan dan pelecehan terhadap anak di televisi ataupun di koran. Hukum 10 atau 15 tahun rasanya tak cukup untuk mengadili kekejian yang dilakukan oleh pelaku. Mungkin korban akan mengalami trauma yang mendalam sepanjang hidupnya. Masa depan anak yang menjadi korban menjadi taruhan. 

 

Terkadang saya berpikir kejadian ini sudah banyak terjadi sejak lama, tapi saat ini baru terungkap. Entah untuk menutupi kasus-kasus politik atau apalah, yang jelas kasus-kasus ini tak dapat dibiarkan begitu saja. Adanya kejadian luar biasa ini, memberi pelajaran bagi para orangtua. Orangtua menjadi lebih waspada dan perhatian pada anak-anaknya. Sekarang sekolah-sekolah penuh dengan kendaraan antar jemput anak, sekolah-sekolah juga ramai oleh orangtua yang menunggui anaknya di sekolah. 

 

Seharusnya kewaspadaan orangtua tidak hanya di sekolah. Di rumahpun tempat yang dianggap teraman bagi anak, tak boleh lupa mendapat pengawasan. Menurut data PUSDATIN komnas perlindungan anak Indonesia atau KPAI jumlah kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2013 sebanyak 1.620 kasus. Sebanyak 4.900 kasus atau 30 persen diantaranya merupakan kasus kekerasan fisik 313 kasus atau 19 persen kekerasan psikis dan 817 kasus atau 51 persen kekerasan seksual.  Justru yang melakukan tindakan tersebut orang-orang terdekat seperti keluarga dan tetangga, bahkan orangtua sendiri. (http://batukota.go.id/berita-759-waspadai-kekerasan-terhadap-anak.html)

 

Proteksi diri tidak bisa bila hanya dari orangtua, tetapi juga anak sejak dini harus diajarkan bagaimana melindungi diri sendiri. Dan sebagai orangtua juga tidak mudah untu mempercayai oranglain meskipun keluarganya untuk memegang anak mereka. Karena sekarang ini zaman wis edan (gila). Saya jadi teringat sebuah tembang jawa yang kurang lebih kalimatnya seperti ini: jaman iki jaman edan, sing ora edan ora komanan, nanging luwih becik wong sing eling lan waspodo.(Jaman ini jaman gila, yang tidak gila tidak kebagian, tetapi lebih baik orang yang ingat dan waspada)

 

 

-Nina-

Saturday, April 26, 2014

.......................





Ada banyak hal yang ingin aku ungkapkan….

Pada malam yang gulita….

Pada siang yang benderang….

Pada hujan yang membasahi jiwa…

Pada angin yang berhembus…

Pada sunyi yang membuat kalut…

Pada Engkau tempat mengadu….

 

 

Yogyakarta, 26 April 2014


-Nina-                      

Thursday, April 24, 2014

Buku : Psikologi Dalam Tinjauan Hadits Nabi SAW





Saya sangat menyukai buku-buku yang membahas tentang psikologi. Salah satu buku psikologi yang saya koleksi dan menjadi favorit saya adalah buku Psikolgi dalam Tinjauan Hadits Nabi SAW karya Muhammad ‘Utsman Najati. Buku ini berisi tentang psikologi tentu saja ditinjau dari Al-Qur’an dan Hadits. Ternyata di dalam Al-Qur’an dan Hadits banyak menyinggung tentang perilaku dan kejiwaan  manusia. Di dalam bab pertama/pasal pertama membahas  tentang motivasi.  Motivasi terbagi menjadi motivasi  fisiologis  atau berhubungan dengan mempertahankan eksistensi diri, serta  motivasi psikologis dan spiritual.  Motivasi fisiologis sangat erat dengan perilaku bagaimana manusia mempertahankan diri atau untuk dapat langgeng dengan kata lain tetap eksis di bumi. Memenuhi kebutuhan primer seperti  makan, minum, tempat tinggal, memiliki keturunan, istirahat saat lelah, dll, merupakan kebutuhan fisiologis. Perilaku untuk memperoleh dan mempertahankan hal-hal tersebut adalah motivasi.  

Motivasi fisiologis muncul  sebagai akibat tidak adanya keseimbangan organic maupun kimiawi dalm tubuh manusia. Dalam psikologi  modern, keseimbangan berbagai unsure dalam tubuh manusia disebut dengan istilah homeostatis yang dicetuskan oleh Walter Cannon . Ketika sebuah motivasi muncul, maka motivasi ini akan mendorong manusia dan hewan untuk melakukan adaptasi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhannya. (Muhammad Utsman Najati, 2006:24)

Tetapi sebelum ilmu psikologi berkembang seperti pada saat ini, Rasulullah SAW telah mengisyaratkan tentang hal  tersebut.  Salah satu hadits yang membahasnya adalah hadits dari Anas bin Malik Radiyhiyallauhu ‘anhu, Nabi SAW datang untuk menjenguk seorang yang menderita sakit. Lantas beliau bersabda, “Apakah kamu menginginkan sesuatu? Apakah kamu mengingnkan roti?” Orang sakit itu berkata, “Iya” Maka orang-orang mencarikan roti untuknya.” 

Saat seseorang yang sakit menginginkan memakan sesuatu, makanan yang diinginkannya tersebut akan bermanfaat bagi kesembuhannya. Karena tubuh manusia secara otomatis akan mempertahankan keseimbangan dengan memunculkan keinginan atau kebutuhan untuk memakan sesuatu saat sakit misalnya. 

Motivasi fisiologis hanya secuil yang dibahas dalam buku Psikologi dalam Tinjauan Hadits Nabi SAW, karena masih banyak lagi ilmu kejiwaan yang di bahas dalam buku ini. Sebenarnya awalnya saya akan menyinggung beberapa bab dalam buku ini, tapi mendadak malas, so segini saja dulu.  Buku Psikologi dalam Tinjauan Hadits NAbi SAW karya Muhammad Utsman Najati  terdiri dari 10 BAB (pasal) , 468 halaman, dengan hard cover.

Pasal pertama membahas tentang beberapa motivasi perilaku, pasal dedua tentang emosi, pasal ketiga pacaindera, Pasal keempat aktifitas berfikir, pasal kelima proses belajar, pasal keenam ilmu laduni, pasal ketujuh masa pertumbuhan, pasal ke delapan kepribadian, pasal kesembilankesehatan mental, dan pasal kesepuluh psikoterapi. Bahasan keseluruhan pasal dalam buku ini tentu saja ditinjau dari Al-Qur’an dan Hadits.

-Nina-

Monday, April 21, 2014

C-I-N-T-A

Sesuatu yang mampu membuatku bangkit kembali ketika terjatuh adalah jatuh cinta. 

Cinta yang mampu mengubah perih menjadi bahagia. 

Yang mampu menyembuhkan luka dalam yang tak terdeteksi indera manusia. 

Cinta yang mampu menjadikan hitam menjadi putih. 

Tangis menjadi tawa. 

Kekuatan cinta sungguh luar biasa memang... 

Tapi tak semudah itu mendapatkan cinta atau mempertahankannya. 

Cinta memang mampu memberi kekuatan ketika lemah. 

Tapi cinta itu sendiri sungguh rapuh. 

banyak ujian yang akan menghadang dibelakang percintaan. 

 Yang mengganggu akan keindahan cinta.... 

Cinta akan terus diuji dengan air mata. 

Perih, luka, duka, hitam.... 

Semua tercipta seimbang untuk saling mengharmoniskan kehidupan. 

Dengan kita mengerti akan duka, maka kita akan mengerti makna kebahagiaan yang sesungguhnya. 

Dan tak ada kebahagiaan tanpa adanya duka. 

Semua telah diattur oleh Tuhan pemilik segalanya agar kita dapat merasakan kecintaanNya yang sebenar-benarnya Cinta......

Monday, March 31, 2014

Sepi....Sunyi.... (Bukan Puisi)


Aku adalah sepi yang datang dari ramai menuju sunyi...

Sepi merana dalam sunyi karena sepi tak menemui lagi ramai dalam sunyi

Aku telah mencari ramai, tapi aku tak menemukan lagi ramai dalam diri sunyi

Harus kemana lagi aku mencari?

Apakah ramai tak kan ada lagi dalam sepi..?

Kini...sepi masih saja sepi tenggelam dalam sunyi...

Sepi tetap saja sepi...



Yogyakarta, 31 Maret 2014, 00.56 WIB

                                                                                                     Nina

Thursday, February 27, 2014

Sekolah...oh...Sekolah...Pendidikan Kini dan nanti...

Dari judulnya sebenarnya agak-agak gk nyambung....hehehe

Beberapa waktu lalu saya mendengar percakapan 2 orang tentang pendaftaran siswa baru di sekolah dasar X. Dari percakapan tersebut diketahui bahwa sekolah X membuka pendaftaran mulai bulan Januari. Bukan karena sepi peminat, tidak sama sekali sekolah X cukup terkenal dan unggul, tetapi agar siswa yang tidak diterima di sekolah X dapat mencari sekolahan lain saat musim pendaftaran nanti. Saya sempet bertanya yang tidak keterima itu karena kelebihan quota kah? Ternyata tidak. calon siswa yang tida diterima di sekolah X adalah anak yang tidak lulus tes. Saya heran mendengarnya. Sekolah X itu adalah sekolah jenjang dasar, kenapa bisa tidak menerima siswa hanya berdasarkan tes calistung dan tes psikologi . Jadi untuk anak yang berumur 6 tahun lancar baca dan berhitung, juga lulus tes psikologi pasti akan diterima di sekolah X. Sedangkan anak yang tak bisa calistung walaupun umurnya sudah memenuhi syarat  dan secara psikologi siap dia tidak akan diterima di sekolah x.

Hmm...pantas saja jika di Taman Kanak-kanak siswa tidak hanya bermain sambil belajar, tetapi mereka "harus" belajar sambil "curi-curi" bermain. Dari usia TK anak-anak sudah dituntut lancar membaca dan berhitung agar kelak dapat diterima di SEKOLAH IDAMAN ORANGTUA mereka. Padahal diusia kanak-kanak hal yang terpenting bukanlah mereka mahir membaca dan berhitung, tetapi pembentukan karakterlah yang terpenting karena itu merupakan landasan/pondasi hidup anak hingga dewasa kelak. Saya pernah membaca bahwa dibutuhkan belasan tahun untuk membentuk kepribadian seseorang, tapi hanya 3 bulan waktu yang dibutuhkan anak untuk belajar membaca. Jika sudah waktunya dan anak siap untuk belajar membaca dan berhitung tentu tidak menjadi hal yang sangat sulit dan tidak membutuhkan waktu berkepanjangan untuk mengajarkan mereka calistung (pengalaman mengajarkan adik saya). Tapi untuk mengajarkan mereka selalu membuang sampah pada tempatnya saja tidak bisa hanya diajarkan dalam waktu 1 atau 2 bulan, bukan?

Wednesday, February 19, 2014

Pilihanku...? Pilihanmu...? Waktunya pilih-pilih...

Assalamualaikum wr.wb...

apa kabar blogku tercinta..?

lama tak bersua. Kangen sangat dengan blogku ini...

Berbulan-bulan hanya bisa buka2 blogku, tanpa bisa posting. Ya...saya lupa password n alamat email.  -_-

Untunglah saya ingat dulu pernah daftarin alamat email yang sering saya pakai buat sehari2 menjadi admin di blog catatan nina ini. Jdi bisa posting lagi...:)

Lupakan tentang alamat email dan password yang kelupaan.

Saya mau membahas tentang acara besar. Bulan April nanti bangsa Indonesia punya hajatan besar. Pemilu, bro. Yang usia 17 tahun ke atas, cung!!! Udah ada target yang menjadi pilihanmu? ;)

Ini kedua kalinya saya sebagai pemilih. Ciaaa...ketahuan deh kalau udah tua. Ngomongin tentang pemilu, saya jadi teringat tentang seorang caleg yang fotonya terpampang beserta nomor dan parpolnya di bagian belakang mobil sport keren. Bukan karena saya jatuh cinta pada caleg itu. Tidak sama sekali. Tapi, saya terus teringat dengannya. Apakah gerangan yang membuat nina terus mengingat wajah si caleg tersebut? jreng...Jrenggg....

*apaan sih...*

Saya teringat akan dia bukan karena pengbdiannya. bukan pula karena tampangnya yang menghiasi media elektronik maupun cetak (sebenarnya belum pernah liat caleg tersebut di media apapun), tapi saya terus mengingatnya karena satu hal. Mobil yang terpampang foto caleg tersebut ugal-ugalan di jalan. Membunyikan klakson tak henti2nya saat di jalan, seolah2 menyuruh setiap kendaraan untuk menyingkir. Mobil tersebut juga berhenti mendadak saat lampu merah. Dan satu lagi saat mobil berhenti karena lampu merah, saya yang saat itu berada di samping mobilnya melihat seluruh orang yang berada di dalam mobil (keadaan kaca mobil terbuka semua) merokok.

Saya tidak tahu caleg yang fotonya terpampang di belakang mobil tersebut ada di dalam mobil atau tidak. Yang saya tahu saya mengingat wajah si caleg menjadi bagian daftar caleg yang tidak akan saya pilih nanti. 



Sunday, September 22, 2013

Entah..Mungkin Sesuatu yang Gk Penting... :p

Yeyyy...KKN-PPL selesai sudah...:)

seneng sih...tapi sedih juga harus buat laporan...:(

Arrrggghhh...

Kenapa kuliah harus seribet ini?

Belum lagi semester ini kuliaah seminar, proposal skripsi...tuh ribet banget...

Saya yakin banyak diantra mahasiswa dan mantan mahasiswa pernah atau akan ngerasain keribetan ini, bukan hanya saya...

dan saya percaya kalau hampir seluruh mahasiswa di dunia lebih suka gk ribet2...suka klo gk ada skripsi-skripsian gk ada buat lapor2an....hehe...

Beberapa waktu lalu saat PPL aja pegawai di Kantor pada bilang kuliah dapet teori dari A-Z gk ngaruh waktu di kerjaan. laporan skripsi, dan bla..bla...juga gk penting2 banget waktu masuk di dunia kerja...

tapi ada manfaatnya juga sih nyusun laporan, skripsi, dan blaaa...bla..waktu di kuliahan...manfaatnya adalah kita akan terbiasa menghadapi situasi yang penuh tuntutan saat bekerja....

kurang lebih begitulah kesimpulan yang bisa saya simpulkan dari kata-kata beberapa pegawai di sebuah instansi........

Truss...kenapa saya jadi ngomong ngalur ngidul gini ya...padahal awalnya saya ingin buat postingan tentang lagu-lagu favorit saya, eh...malah curhat...

Ah...yasudahlah...ini juga blog-blog saya...suka-suka saya mau isi apa...:p

Udah dulu deh...

Wassalam... :)

Sunday, July 14, 2013

Buku dan Film Favorit Sepanjang Masa : Harry Potter

Pengen ngeblog tiap hari tpi gk bisa. KKN-PPL belum berakhir.....:( 
Seminggu ini rumah sepi banget adik kecilku masuk pesantren, Alhamdulillah dia betah. . :')

Kemarin iseng-iseng buka2 laptop ngeliat film harry potter langsung kepikiran novelnya. Mau baca, tapi tak ada waktu. Soalnya saya kalau udah ngadepin harry potter malas buat ngapa2in. :D
Baca Harry Potter tunda dulu sampai ada libur panjang. hihihi....
 


Saya sudah tamat lho baca novel Harry Potter dari yang pertama sampe deathly hallow (gak ada yang nanya). Udah baca beberapa kali malah tiap buku. Saya tumbuh bareng Film dan Bukunya. Harry Potter ini yang membuat saya mampu membaca buku beratus2 halaman. Karena novel Harry Potter saya jadi tidak takut membaca buku dan novel-novel lain yang tebelnya kebangetan. 

Novel Harry Potter menjadi salah satu favorit saya, eh... bukan hanya favorit  tapi lebih dari itu karena masa kecil saya hingga dewasa saya bersahabat dengannya. dengan cerita, film, hayalan, pelajaran-pelajran berharga, memahami persahabatan, hidup, cinta, dll. Intinya Novel Harry Potter bukan hanya sekedar cerita, bukan pula sekedar tentang sihir-menyihir, ada banyak makna yang dapat diambil dari sebuah novel karya tante JK Rowling itu.
HP 1-8 film collection